Toko Online dari A-Z: Wawasan Lengkap

toko online a-z

Zaman dulu, untuk jual beli manusia memerlukan pasar, dan toko, dan barang, dan modal, dan harus bertatap muka.

Zaman sekarang, simpel aja: Pasarnya online, tokonya online, barangnya online dan yang pasti, modalnya online.

Ditambah...
Pembelinya juga online, tak harus bertatap muka.

Inilah hasil revolusi teknologi bernama: Online.

Kita sudah tak asing lagi melihat status poto-poto baju dengan caption: Bahan Kualitas Terbaik, Harga Terjangkau. Atau status: Open PO, diikuti poto segala jenis barang.

Itulah mereka para pemilik: Toko Online.

Kali ini, kita akan mendalami perihal toko online ini bersama tektek bengeknya. Dalam 'Toko Online dari A-Z'.

Marketplace vs Toko Online

Nah loh, apaaan lagi tuh marketplace?

Simple bro, marketplace itu artinya pasar. Gak jauh beda kayak di dunia nyata, pasar di dunia online pun isinya para pedagang dan tokonya.

Jadi, beda toh marketplace sama toko online?

Beda, yang satu pasar, yang satu toko.

Marketplace di dunia online gak sebanyak di dunia nyata. Tapi, satu marketplace bisa punya jutaan toko. Gila ya.

Sebut saja Bukalapak, kabarnya, hingga awal Januari, sudah ada Lima Juta Lapak alias toko online disana.

Saingan Bukalapak seperti Tokopedia dan Shopee tak mau ketinggalan. Toko online di marketplace merekapun hampir sama jumlahnya dengan Bukalapak.

Apakah untuk menjual online perlu toko online?

Jika hanya menjual satu dua barang, tak perlu membuka toko online. Kita bisa memasarkannya tanpa membuka toko di Marketplace Facebook, Olx untuk barang bekas, atau bisa juga di Marketplace lainnya. Yang penting punya akunnya.

Jika menjual online dalam rangka membuka usaha, maka wajib buat toko online. Di mana tempat buat toko online?. Ya di pasar, alias Marketplace.

Marketplace mana yang terbaik? Bukalapak? Tokopedia? atau Shopee? atau Lazada?.

Lazada dulunya melupakan Toko Online Serba Ada. Baru sekarang ini mulai membuka kesempatan bagi yang ingin berjualan lewat aplikasi mereka.

Soal mana yang terbaik, semuanya terbaik. Tinggal kita memaksimalkannya.

Initinya, untuk menjual secara online, yang kita perlukan adalah pasarnya, alias marketplace.

Apa Saja Yang Diperlukan untuk Membuat Toko Online?

Percaya atau tidak, yang diperlukan hanya Smartphone dan Kuota Internet.

Barangnya?.
Nah, kalau ada modal, boleh tambahkan barang.

Kalau tak ada, modalnya cukup Smartphone dan Kuota Internet. Serius.

Makelar lah bahasa gampangnya, kita tinggal mempromosikan barang supplier dengan harga kita, lalu sisanya diurus sama Supplier kita.

Dengan sistem dropship saja, tanpa memiliki barang, kita sudah bisa membuka toko online.

Nah, jika ada modal, lebih mantap lagi kita Stok Barang sendiri. Maka Smartphone + Kuota Internet + Stok Barang = Toko Online Mandiri.

Jualan Online Gampang Laku?

toko online a-z 2
Oops kalo soal ini, urusan usaha dan rezeki kita.

Banyak toko online yang tak diurus dengan serius hingga tak pernah menghasilkan keuntungan. Karena laku atau tidak bukan soal Online atau Tidaknya, tapi soal keseriusan usaha.

Jadi, gimana biar serius ngurus toko online?

Itulah tema Indotops.com berikutnya.

"Gimana urutan menjual online?"

Urutan secara umum Jual barang di Toko Online

1. Buat Akun lalu Buat Toko Online
2. Upload barang dan detail barang
3. Promosikan barang
4. Pembeli memesan barang
5. Tunggu Konfirmasi pembayaran dari pembeli
6. Kirim barang ke alamat pembeli
7. Dapatkan keuntungan

"Tips Membuat Toko Online"

1. Usahakan Satu Jenis Barang

Ini keunikan dunia online, pembeli biasanya lebih menyukai toko yang khusus menjual satu jenis barang saja.

Oh ya? Ya. Jika anda berniat jualan obat herbal, sudah, obat herbal saja, jangan ditambah baju dan yang lainnya. Meskipun tak ada aturan yang melarang, namun demi terlihat profesional, satu jenis barang sudah sangat bagus.

Satu jenis barang yang kita maksudkan artinya satu tema barang. Jika temanya obat herbal maka lengkapi semua obat herbal. Jika temanya pakaian, jadilah yang terlengkap.

2. Pilih Nama Toko Yang Mudah Diingat

Dan berhubungan dengan barang yang kita jual. Ini agar kita bisa memiliki pelanggan langganan.

Karena banyaknya jumlah toko online, pembeli yang berlangganan jadi agak jarang. Kadang pembeli ingin mencoba semua toko dan membandingkan pelayanannya.

Inilah yang harus kita maksimalkan. Selain pelayanan dan kualitas barang, simpan keunikan dalam toko kita. Salah satunya dalam memberi nama.

"Bagaimana agar barang terlihat bagus di dunia online?"

1. Membuat Judul Barang Yang Tepat

Judul yang tepat berasal dari nama barang dan benar-benar mendeskripsikan barang tersebut.

Contohnya: Gunakan Sendal dan Sepatu, Jangan pernah gunakan istilah seperti: Alas Kaki

Ingat! Jangan memanipulasi judul, karena bisa berujung komplen dari pembeli.

Pernah ada kejadian, pembeli tertipu karena tidak lengkap membaca judul. Tapi ujungnya, kesalahan tentu berada di pihak penjual. Dan si pembeli jadinya memberikan komentar buruk pada toko tersebut.

2. Berikan detail barang dengan rinci.

Gunakan uraian, jangan tulis dalam bentuk paragraf.
Ini bukan lomba membuat cerpen, bos.

Gunakan bahasa yang tepat dan seperlunya.
Bukan saatnya membuat puisi juga.

Tapi seni tentu tetap diperlukan. Itulah mengapa, soal menulis judul dan rincian barang, ada ilmunya. Namanya Copywriting.

3. Foto memikat.

Satu foto tak akan cukup. Ambil foto barang dari depan, belakang, dan samping agar semakin meyakinkan di mata pembeli.

Pastikan kualitas foto bagus dan tidak pecah-pecah.

Jika hendak berkreasi mengedit foto, jangan edit berlebihan. Buat natural dan memikat.

"Seperti apa praktek terbaik mempromosikan barang?"

Satu tips untuk hari ini: Maksimalkan sosial media.
Beriklanlah di sosial media kita. Buat akun yang sama dengan nama toko online. Di Facebook page dan Instagram terutama.

Lalu, promosilah di kedua sosial media di atas dengan unik dan menarik. Dijamin, barang kita akan semakin luas jangkauan penjualannya.

"Darimana uang datang kalau dagang online tak bertatap muka dengan pembeli?"

Dari sistem pembayaran.

Nah, perhatikan, terutama untuk yang berniat jualan online.

1. Pelajari dengan tuntas dan detail setap metode pembayaran.

Ada COD ( Cash on Delivery ). Biasanya cocok untuk pembeli jarak dekat. Pembeli membayar saat barang tiba.

Transfer Bank. Ini yang paling umum. Cocok untuk pembeli jarak jauh. Yang perlu penjual siapkan hanya rekening bank untuk menerima transfer dari pembeli.

Lewat Merchant. Seperti Indomaret dan Alfamart.

Lewat Aplikasi FinTech. Contohnya OVO, Dana, Paytren, dan jenis FinTech lainnya.

2. Perbanyak cara pembayaran di toko kita. Ini demi memperbanyak pelanggan kita.

Manusia itu berbeda-beda. Ada yang senang transfer, ada juga yang gak mau ribet, mau bayar pake aplikasi aja.

Nah, maka dari itu, kelengkapan metode pembayaran di toko kita akan menjadi nilai tambah dan menjangkau lebih banyak pembeli.

3. Pastikan keamanan setiap metode pembayaran.

Lebih bijak, jangan gunakan metode pembayaran selain yang disebutkan di atas.

Lanjut.....

"Bagaimana barang bisa sampai ke pembeli?"

Dengan peran jasa pengiriman.

Jasa pengiriman menjadi salah satu bisnis yang berkembang pesat pasca terbitnya Jual Beli Online. Dengan bantuan jasa pengiriman, pembeli dan penjual tak lagi pusing urusan kirim barang.

Sama dengan praktek metode pembayaran, praktek metode pengiriman pun bagusnya dibuat banyak pilihan.
Agar pembeli semakin puas karena bisa menentukan sendiri jasa pengiriman apa yang dia percayai untuk membawa barangnya.

"Apakah hanya ada jual beli barang fisik di dunia online?"

Jawabannya tidak. Ada juga pasar barang virtual. Seperti akun, voucher game, pulsa, paket data, dan barang virtual lainnya.

Ada juga pasar digital. Dimana foto dan desain dijualbelikan.

Juga ada pasar jasa. Sebut saja freelancer.com, yang merupakan situs besar pelelangan jasa.

Wuih lengkap banget ya, dunia online

Yap, itulah mengapa kerja online menjadi tren terkini di dunia.

Oh iya, ada juga pasar kursus. Nih ini yang ajib, belajar jadi gak ribet lagi.

Waaah gimana tuh?

Itulah tema untuk Indotops.com berikutnya.

Author

basic of thing basic of thing Fiksioner is a free template that suitable for personal blogging because the layout is like a journal.

Post a Comment