Kursus Online akan Menggantikan Sistem Pendidikan Saat Ini?

Studi kasus
Coba hitung, lebih banyak pelajar yang main HP atau yang membaca buku?
kursus online 1
Kursus di luar sekolah telah ada selama puluhan tahun. Ada kursus musik, kursus melukis, kursus Bahasa Inggris, dan kursus lain dengan tema satu keahilan.

Ada pula kursus yang khusus untuk menghadapi ujian. Bimbel istilah lainnya.

Tapi, berpuluh tahun mereka ada, tak pernah ada kalimat 'akan menggantikan sistem pendidikan saat ini' kan?

Jadi, darimana asumsi ini berasal?.

Dari pesatnya perkembangan teknologi, pendeknya.

Panjangnya, akan kita simak di bawah ini.

Mengapa Kursus Online?

Kursus 10 tahun lalu tak bisa mengikat banyak peminat. Karena promosi yang terbatas, jarak yang hanya bisa sekitaran tempat kursus dan harga yang tak bersahabat.

Bayangkan, untuk kursus Bahasa Inggris, dua juta perlu dikeluarkan untuk tiga bulan. Meski ada garansi sampai bisa, banyak yang masih berpikir bahwa skill tak perlu dihargai begitu mahal.

Hingga semuanya berbalik saat internet tiba.

Kursus yang dikemas online muncul dan menarik banyak peminat.

Dari sisi pembuat kursus, keuntungan mengemas kursus ke format online adalah jangkauan yang tak terbatas.

Promosi bisa dilakukan antar benua, lewat sosial media misalnya. Dan jangan salah sangka, promosi lintas benua ini benar-benar berhasil menggaet peserta lintas benua juga.

Ambil contoh sebuah kursus "Make a Website with Codeigniter Framework" yang dibuat seorang programmer Amerika, dalam testimoni kursus, terdapat ulasan dari peserta kursus asal India.

Benarkah? Yap. 100% benar.

Dari sisi peserta dan peminat kursus, mereka suka kursus online karena memberi setidaknya dua keuntungan.

Pertama, kita tak perlu jauh-jauh berangkat kursus.

Cukup nyalakan laptop atau smartphone, sambungkan internet, dan kitapun bisa mulai belajar.

Jika ada keperluan yang menyela saat belajar, kita bisa melanjutkannya nanti tanpa khawatir kelewatan materi.

Kedua, harga yang terjangkau.

Perlu kita katakan terjangkau, karena memang demikian faktanya. Hitung-hitungan paket dan isi kursus online dengan kursus yang tak online, sangat berbeda jauh.

Dari sisi ongkospun, kursus online sudah unggul jauh, karena peserta tak perlu datang ke tempat kursus.

Kebanyakan juga menggunkan sistem sekali bayar, dengan akses seumur hidup ke materi kursus.

Ada juga kursus yang bahkan dikemas gratis oleh yang membuatnya.

Apa akibat dari kemudahan-kemudahan di atas?. Kursus online memberikan keuntungan yang banyak bagi kedua pihak. Pembuat, dan peserta kursus.
Keuntungan yang banyak membuat suatu sektor tumbuh dengan cepat.
kursus online 2

Problem Pendidikan di Indonesia

Satu hal yang selalu menjadi pertanyaan dari hampir semua siswa di Indonesia: Mengapa dia harus belajar begitu banyak mata pelajaran?.

Dia tak begitu tertarik pada pelajaran seni misalnya. Dia lebih suka hal-hal yang nyata, angka-angka, statistika, tapi mengapa dia tetap harus mendalami mata pelajaran seni?.

Nah, kursus, tak seperti pendidikan formal, khusus mendalami satu hal. Jika itu kursus Statistika, tak akan ada materi Tangga Nada.

Ditambah lagi, kursus online memberikan pilihan. Dan pilihannya luar biasa beragam. Kita bisa memilih hanya yang kita suka dan hanya yang kita ingin pelajari.

Jika Harus Radikal

Seperti semua hal lain yang ada di dunia, kursus online juga tak sepenuhnya sempurna. Tak semua efeknya baik dan seutuhnya memudahkan.

Begitu juga cara belajar saat ini, pendidikan formal pun memiliki keunggulan dan sisi baik yang tak sedikit.

Tapi pergeseran teknologi yang ikut menggeser budaya, kadang tak bisa kita hindarkan. Sebut saja Jual Beli Online, yang awalnya tak terpikiran kini menjadi budaya masyarakat kita.

Ijazah vs Sertifikat

Sekolah dan Universitas memberi Ijazah pada setiap lulusannya. Sebagai bukti bahwa dia telah menempuh hari-harinya belajar di tempat tersebut.

Kursus, mereka memberikan sertifikat kepada para peserta yang telah menyelesaikan materi kursusnya. Tak sesakti ijazah, tapi ada kesamaan kebanggaan di dalamnya.

Ijazah harus diakui lebih sakti. Karena dia akan menjadi modal untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lainnya.

Tapi, kesaktian Ijazah mulai luntur ketika ada orang-orang yang sukses tanpa berbekal Ijazah.

Bekalnya justru sertifikat, sertifikat Design Graphic misalnya.

Maka, membandingkan mana yang lebih baik adalah hal yang tidak adil. Karena kebaikan dibawa oleh manusianya, bukan Ijazah dan Sertifikatnya, Sekolah atau Kursusnya.

Format Kursus Online Sudah diadaptasi Banyak Sekolah, Sebenarnya.

Banyak universitas yang mulai menerapkan Kuliah Online. Kuliah yang bisa diakses tanpa harus tiba di kampus. Ini luar biasa, dan mendapat respon yang cukup antusias dari para mahasiswa.

Ada juga Homeschooling. Belajar di rumah, prosesnya Online Juga. Seperti kursus online, namun pembuatnya biasanya memang lembaga sekolah. Dan yang didapatkan bukan sertifikat, tapi Ijazah.

Benarkah "akan menggantikan sistem belajar saat ini?

Benar dan tidak, itu soal fakta yang akan terjadi. Tapi, jika melihat indikasi, pilihan pertama bisa jadi terjadi.

Apa indikasinya?
Jawaban kita pada studi kasus di atas, salah satunya.

Juga, karena adanya indikasi dari cara belajar yang mulai bergeser.

Dahulu, siswa senang melihat buku tebal. Di matanya, bait-bait ilmu pasti menggunung di sana.

Hari ini, lebih dari setengah siswa yang aktif belajar lesu ketika melihat buku yang tebal. Kecuali, jika buku itu penuh dengan gambar yang menarik.

Dulu siswa senang mendengar penjelasan guru selama berjam-jam. Hari ini, antusias siswa tersebut hanya terjadi jika guru menjelaskan dengan media lainnya.

Sebut saja media slideshow, potongan video, atau sesuatu yang berbau audio visual lainnya.

Nah, kursus online, sering sekali dikemas dalam format audio visual ini.

Yang artinya sejalan dengan tren cara belajar siswa zaman sekarang.

Dimana menemukan kursus online?
dan bagaimana cara memaksimalkannya?

Itulah topik untuk Indotops berikitnya....

Author

basic of thing basic of thing Fiksioner is a free template that suitable for personal blogging because the layout is like a journal.

Post a Comment